UC Jakarta Gelar Workshop Industri Kreatif Bersama Alicia Amaris di Enam Sekolah Jakarta

Alicia Amaris berfoto bersama siswa, guru, dan tim UC Jakarta di sela workshop industri kreatif.
Apa Itu Workshop Industri Kreatif UC Jakarta Bersama Alicia Amaris?
Workshop industri kreatif adalah program edukasi tatap muka yang diselenggarakan UC Jakarta untuk memperkenalkan siswa SMA/SMK pada dunia kerja kreatif melalui pengalaman langsung seorang praktisi. Dalam program ini, Alicia Amaris berbagi perjalanan kariernya sekaligus mendorong siswa mengembangkan kreativitas dan personal branding sejak masa sekolah.
UC Jakarta kembali menghadirkan program edukasi bagi siswa sekolah menengah melalui rangkaian workshop bersama praktisi industri kreatif ini. Kegiatan berlangsung di enam sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah Jakarta pada 15–17 April 2026, menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh wawasan mengenai peluang karier, pentingnya kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia industri yang terus berubah.
Enam sekolah yang terlibat:
- 🏫 SMA IPEKA Puri
- 🏫 SMA Pah Tsung
- 🏫 SMAN 65 Jakarta
- 🏫 SMKN 30 Jakarta
- 🏫 SMKN 38 Jakarta
- 🏫 SMKN 27 Jakarta
🎯 Key Takeaways
- UC Jakarta menggelar workshop industri kreatif bersama Alicia Amaris di enam SMA/SMK Jakarta pada 15–17 April 2026.
- Materi utama meliputi perjalanan karier di industri kreatif, kreativitas sebagai keterampilan yang dapat diasah, dan pentingnya personal branding sejak dini.
- Partisipasi tercatat 25–30 siswa per sekolah, dengan antusiasme tinggi pada topik prospek karier dan pengembangan portofolio.
- Sektor ekonomi kreatif Indonesia menyumbang Rp1.611,2 triliun atau 7,28% PDB nasional pada 2024 dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
- Workshop ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan UC Jakarta dengan sekolah menengah di Jakarta.
Mengapa Kreativitas Penting bagi Siswa SMA dan SMK Saat Ini?
Industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang mengandalkan gagasan, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan nilai melalui produk atau jasa kreatif mencakup bidang seperti desain, media, konten digital, dan hiburan. Bagi siswa, memahami sektor ini sejak dini membuka wawasan tentang jalur karier yang mungkin belum dikenal luas di bangku sekolah.
Urgensi ini didukung data resmi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tambah sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2024 mencapai Rp1.611,2 triliun, setara 7,28% dari PDB nasional, dengan pertumbuhan 6,57%—melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03% pada periode yang sama.
Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, berdasarkan survei terhadap 1.000 perusahaan besar dunia yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja di 55 negara menempatkan creative thinking sebagai salah satu dari sepuluh keterampilan inti yang paling dibutuhkan pekerja hingga 2030, sejajar dengan berpikir analitis dan literasi teknologi. Laporan yang sama memproyeksikan hampir 39% keterampilan inti pekerja akan berubah signifikan pada 2030.
Siapa Alicia Amaris dan Apa yang Ia Bagikan?
Dalam setiap sesi, Alicia Amaris membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya di industri kreatif. Ia adalah alumni Fashion Design Universitas Ciputra yang kini berkarier sebagai fashion designer dan content creator, serta telah bekerja sama dengan sejumlah brand ternama seperti Netflix dan Wet Brush. Identitas desainnya dikenal melalui pemanfaatan kain wastra Indonesia yang dipadukan dengan sentuhan modern.
Kreativitas bukan sekadar bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat terus diasah dan menjadi nilai kompetitif di masa depan.
— Alicia Amaris, Fashion Designer & Content Creator, Alumni Fashion Design Universitas Ciputra
Melalui kisahnya, Alicia mendorong siswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri sejak dini, sekaligus menunjukkan bahwa jalur karier kreatif bisa dibangun secara terukur, bukan sekadar mengandalkan keberuntungan.

Siswa antusias mengikuti sesi praktik langsung yang mengasah kreativitas selama workshop berlangsung.
Bagaimana UC Jakarta Mengintegrasikan Kreativitas dalam Pendidikan?
Selain memperoleh inspirasi dari praktisi industri, peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan pembelajaran di UC Jakarta yang mengintegrasikan kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship ke dalam setiap program studi. Pendekatan ini dirancang agar lulusan siap berkarya sekaligus mampu menciptakan peluang di industri kreatif yang dinamis.
Bagi siswa yang tertarik mendalami jalur ini secara formal, UC Jakarta menghadirkan program studi yang relevan seperti Visual Communication Design dengan peminatan Fashion Design, Branding, dan UI/UX Design, di mana mahasiswa mengasah kreativitas melalui proyek nyata bersama industri sejak bangku kuliah.
Tertarik Mendalami Dunia Desain dan Industri Kreatif?
UC Jakarta membuka program Visual Communication Design dengan peminatan Fashion Design, Branding, dan UI/UX Design bagi siswa yang ingin mengubah kreativitas menjadi karier profesional.
Apa Manfaat Workshop Ini bagi Siswa Peserta?
Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi berlangsung, dengan jumlah peserta 25–30 siswa di setiap sekolah, total sekitar 150–180 siswa dari enam sekolah. Pertanyaan yang muncul mencakup prospek karier di industri kreatif, cara membangun portofolio, hingga tantangan nyata bekerja di sektor ini.
-
1Gambaran Nyata Jalur Karier Wawasan langsung dari praktisi yang telah berkarier di industri kreatif, bukan sekadar teori.
-
2Kreativitas adalah Keterampilan Pemahaman bahwa kreativitas bisa dilatih, bukan bakat eksklusif segelintir orang.
-
3Dasar Personal Branding Siswa mulai memahami cara membangun personal branding sejak usia sekolah.
-
4Pengenalan Pendidikan Tinggi Relevan Perkenalan pendekatan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan kreativitas dan kewirausahaan.
Perbandingan Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia
Untuk membantu siswa memahami peta industri kreatif secara lebih konkret, berikut gambaran kontribusi tiga subsektor terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif nasional, area yang beririsan langsung dengan materi yang dibagikan Alicia Amaris seputar fashion dan konten kreatif.
| Subsektor | Kontribusi terhadap PDB Ekraf | Contoh Profesi |
|---|---|---|
| Kuliner | ±41,7% | Chef, food content creator, pengusaha F&B |
| Fashion | ±18,2% | Fashion designer, stylist, brand founder |
| Kriya | ±15,7% | Pengrajin, desainer produk, pelaku UMKM kreatif |
| Subsektor lain (14 bidang) | ±24,4% | Desain komunikasi visual, film & animasi, aplikasi, musik, dll. |
Sumber: Kemenparekraf & BPS, diolah dari data 2019–2024. Persentase bersifat indikatif dan dapat berubah mengikuti rilis data resmi tahun berjalan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kesimpulan
Workshop industri kreatif bersama Alicia Amaris menegaskan satu hal: keputusan karier siswa SMA dan SMK tidak lagi harus menunggu hingga bangku kuliah. Dengan paparan langsung dari praktisi dan data yang menunjukkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang tumbuh melampaui rata-rata PDB, siswa memiliki alasan kuat untuk mempertimbangkan jalur ini secara serius.
UC Jakarta, melalui pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan kreativitas dan kewirausahaan, berupaya menjembatani jarak antara ketertarikan siswa di bangku sekolah dan kesiapan mereka memasuki industri kreatif yang terus berkembang.
